Rabu, 23 Maret 2011

Membantu dari kepala kecilku

pagi itu seperti biasanya tugasku mengeluarkan kandang burung beo yang sudah sejak lama dipelihara di keluarga kami, selain di keluarkan aku juga membersihkan kotoran-kotoran yang menempel di lantai kandang.
sambil menyemprot kotoran yang menempel di lantai kandang dengan semprotan air aku memperhatikan kotak makanan yang terlihat sudah tidak berisi lagi, dalam hati aku bergumam "ah biar sebentar-sebentar lagi saja aku tambahkan" sambil meneruskan menyiram kandang yang terlihat sudah sedikit lebih bersih.
setelah kandang bersih dan kurapikan letaknya, lalu si beo dan kandangnya kutinggalkan.

lama aku sibuk dengan kesibukanku sendiri yang kemudian teringat kalau si beo belum aku beri makanan, setelah sampai di depan kandang beo aku cuma memperhatiakan apa yang dilakukannya.. yah kalaupun aku bertanya "lagi ngapain om beo?" paling juga si beo cuma bisa menjawab "ga ngapa-ngpain om, lagi lapar ni".
sedih aku melihatnya karena bernyanyi ato berkoak-koak memancing untuk diberi makan pun tidak, tapi cuma berdiam dan mungkin sibuk menghayal makan di KFC (hehe.. ni aku becanda). aku perhatikan beberapa saat dan baru aku masukkan makanan ke kotak makanan si beo.

mungkin karena memang lapar karena entah sejak kapan kotak makanan itu sudah kosong, si beo lahap sekali memakan makanan yang ada sampai lupa bilang "makasih pon, makasih dah ditambahin makanan aku ato apa kek" (emang penting ya.. hehe!)
aku sedih mandangin kejadian ini, karena sudah biarkan si beo lapar dengan argumen sebentar lagiku dan hampir melupakan kalau si beo belum diberi makanan.

kejadian seperti ini jadi mengingatkan aku tentang penderitaan serba kekuranganku (maklum pemuda sering kekurangan isi dompet) apalagi kekurangan orang-orang disekeliling lingkungan kita. terkadang hidup memang terkesan sangat tidak adil dimana di satu sisi terdapat orang yang papa (termasuk aku.. hehe, moga kedepannya ga ya.. amiiinn) dan sisi lainnya terdapat orang yang serba kelebihan.
yang aku sedihkan adalah pada beberapa saat ada orang begitu jatuh terpuruk seakan langit runtuh dikepalanya dan semua terasa berat sekali (mungkin hal ini juga akan dirasakan orang yang patah hati.. tapi maaf aku sedang tidak membicarakan masalah cinta) dan pada saat itu terkadang kita berada pada kondisi cukup hingga sangat mudah bagi kita berbagi untuk meringankan beban orang lain tapi kita menunda untuk membantu bahkan tidak mau berbagi dengan argumen kita akan kurang dengan membaginya.

apa yang salah membantu?? pasti semua akan bilang tidak, "saya suka membantu". tapi nyatanya kita sedikit membantu, palingan juga membantu kalo sudah ditabrak misalnya ditabrak pengemis, di tabrak kawan2 yang minta sumbangan gempa etc,.
pernahkah kita mendedikasikan sedikit harta kita (baik materi maupun jasa) untuk membantu sesama karena semestinya kita terus membantu tanpa harus tau siapa dan apa yang harus kita bantu kan??,. (diam sejenak)

iya, kita harus membantu tanpa harus tau apa dan untuk apa kita membantu karena begitu banyak orang yang membutuhkan bantuan kita bro, yah kita ga perlu terlalu tau masalah orang untuk membantu, "just do it" aja karena ga semua orang mau diketahui kelemahannya.
cobalah membuka mata dan membuka diri untuk membantu, mulai dari mendedikasikan diri berzakat, bersedekah, donoh darah etc (untuk model membantu yang ga penting tau siapa n apa masalah orang yang dibantu) atau cobalah lebih dekat dan mendengar penderitaan orang miskin dan anak-anak yatim, berempati kepada pengemis dan gelandangan, mendengar curhat teman-teman (sekali lagi ini bukan soal cinta beuh) tentang beberapa kelemahan dan kekurangannya, dan cobalah membantu dengan sedikit yang kita punya karena walau sangat kecil setidaknya itu bisa membantu mengurangi penderitaan saudara kita.
(koq jadi macam ceramah ya)!!!

kadang kita merasa berada terpuruk sekali sehingga merasa seakan matahari tidak akan pernah bercahaya keesokan harinya, dan berharap keajaiban datang untuk menghilangkan penderitaan dan masalah kita.
disatu sisi lainnya terkadang kita merasa menjadi orang paling beruntung dibumi ini dengan kelebihan dan apa yang kita punya, kita menikmati indahnya hidup dan terus tertawa karena merasa semua ini indah dan aku melihat pelangi dimana-mana.
adilkah ini??

ini bukan soalan yang harus aku jawab disini,. yang aku yakini aku harus bisa menjawabnya di kehidupan nyataku, hingga aku bisa melihat banyak senyum kesyukuran di bibir si sedih dan senyum puas pada bibir si senang.

Tuhan bantu kami jadi lebih baik, dari detik ini samapi detik paling akhir dari hidup kami..

Tidak ada komentar: